Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Perempuan dalam Dakwah Digital: Kontribusi dan Tantangan di Era Modern

Oleh: Djoko Iriandono*)

Di era digital, dakwah tidak lagi terbatas pada mimbar masjid atau pengajian tatap muka. Media sosial, platform streaming, dan konten kreatif telah menjadi sarana efektif untuk menyebarkan nilai-nilai Islam. Dalam gelombang transformasi ini, perempuan memiliki peran strategis sebagai agen dakwah digital. Namun, di balik peluang besar, ada tantangan yang perlu dihadapi dengan bijak dan sesuai tuntunan syariat. 

Allah SWT berfirman: 

﴿وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ...﴾ 

“Dan laki-laki yang beriman dan perempuan yang beriman, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar...” (QS. At-Taubah: 71). 

Ayat ini menegaskan bahwa dakwah adalah tanggung jawab bersama, laki-laki dan perempuan. Lantas, bagaimana perempuan bisa memaksimalkan perannya di dunia digital tanpa melanggar batasan syariat? 

1. Kontribusi Perempuan dalam Dakwah Digital: Dari Masa Nabi hingga Kekinian 

a. Jejak Sejarah: Perempuan Pejuang Dakwah 

Rasulullah SAW memberikan apresiasi besar kepada perempuan yang aktif menyebarkan ilmu. Sahabiyah seperti Ummu Salamah, Aisyah RA, dan Khadijah RA adalah contoh nyata. Aisyah RA, misalnya, dikenal sebagai sumber ilmu hadis dan fiqih bagi para sahabat. Rasulullah SAW bersabda: 

«خُذُوا شَطْرَ دِينِكُمْ عَنْ هَذِهِ الْحُمَيْرَاءِ» 

“Ambillah separuh agama kalian dari Al-Humaira’ (Aisyah).” (HR. Ad-Dailami). 

Di era modern, kontribusi perempuan dalam dakwah digital bisa diwujudkan melalui: 

  • Konten Edukasi Islami: Video kajian, infografis, atau podcast tentang tafsir Al-Qur’an, parenting Islami, atau kisah inspiratif. 
  • Komunitas Online: Grup WhatsApp atau Telegram untuk kajian khusus perempuan, seperti fiqih wanita atau kesehatan reproduksi sesuai syariat. 
  • Kreasi Konten Kreatif: Memadukan seni (kaligrafi, ilustrasi) dengan pesan dakwah, seperti quotes Qur’an atau hadis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. 

b. Perempuan sebagai Pendidik Generasi Digital 

Allah SWT memuliakan perempuan dalam perannya sebagai pendidik pertama bagi anak-anak. Firman-Nya: 

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا...﴾ 

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...” (QS. At-Tahrim: 6). 

Di dunia digital, ibu-ibu bisa memanfaatkan platform seperti Instagram atau TikTok untuk membagikan tips parenting Islami, seperti cara mengajarkan anak menghafal Qur’an atau mengelola screen time. 

2. Tantangan yang Dihadapi Perempuan dalam Dakwah Digital 

 a. Stereotip dan Stigma Sosial 

Meski Islam memberikan ruang yang luas, sebagian masyarakat masih memandang skeptis peran perempuan di ruang publik—termasuk digital. Padahal, Rasulullah SAW bersabda: 

«طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ» 

“Menuntut ilmu wajib bagi setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah). 

Kata “Muslim” di sini mencakup laki-laki dan perempuan. 

Tantangan lain adalah anggapan bahwa aktivitas dakwah digital bisa mengganggu peran domestik. Namun, Islam mengajarkan keseimbangan. Contohnya, Khadijah RA adalah istri, ibu, sekaligus pebisnis yang mendukung dakwah Rasulullah SAW. 

b. Risiko Pelecehan dan Cyberbullying 

Aktivitas di dunia digital rentan terhadap cyberbullying, terutama bagi perempuan yang aktif bersuara. Allah SWT berfirman: 

﴿وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۚ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ...﴾ 

“Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan) dengan cara yang lebih baik...” (QS. Fussilat: 34). 

Perempuan perlu membekali diri dengan: 

  • Literasi Digital: Memahami fitur keamanan seperti block, report, atau privasi akun. 
  • Keteguhan Hati: Mengabaikan komentar negatif dan fokus pada konten bermanfaat. 

c. Menjaga Batasan Syariat dalam Konten 

Tantangan terbesar adalah menjaga aurat dan akhlak dalam setiap unggahan. Allah SWT berfirman: 

﴿قُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ...﴾ 

“Katakanlah kepada perempuan yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya...’.” (QS. An-Nur: 31). 

Hal ini mencakup: 

  • Menghindari foto atau video yang menampilkan aurat. 
  • Tidak menggunakan gaya bicara atau musik yang bertentangan dengan syariat. 

3. Solusi Islami: Menjadi Dakwah Digital yang Produktif dan Bermartabat 

 a. Kolaborasi dengan Lembaga Terpercaya 

Bergabung dengan Islamic Center atau organisasi Islam untuk mendapatkan pembinaan konten, seperti: 

  1. Pelatihan membuat konten dakwah yang sesuai kaidah syar’i. 
  2. Sinergi dengan ulama atau ustazah sebagai narasumber. 

b. Memprioritaskan Konten yang Memberdayakan 

Rasulullah SAW bersabda: 

«خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ» 

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya.” (HR. Tirmidzi). 

Perempuan bisa fokus pada tema: 

  • Keluarga Sakinah: Tips membangun rumah tangga harmonis. 
  • Kesehatan Mental: Motivasi Islami mengatasi kecemasan atau stres. 
  • Ekonomi Syariah: Edukasi tentang bisnis halal atau pengelolaan keuangan. 

c. Menjaga Diri dengan Ilmu dan Komunitas Positif 

Ilmu adalah senjata utama. Allah SWT berfirman: 

﴿فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ﴾ 

“Maka bertanyalah kepada ahli ilmu jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43). 

Bergabung dengan komunitas perempuan Muslimah yang produktif, seperti grup kajian online atau forum penulis konten Islami, bisa menjadi sumber dukungan dan inspirasi. 

Penutup:

Perempuan sebagai Garda Terdepan Dakwah Era Digital 

Perempuan Muslimah di era modern memiliki tanggung jawab mulia: menjadi penyambung lidah agama di tengah gempuran konten negatif. Tantangan memang ada, tetapi dengan keteguhan pada Al-Qur’an dan Sunnah, serta dukungan komunitas, dakwah digital bisa dilakukan secara efektif dan bermartabat. 

Rasulullah SAW mengingatkan: 

«مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ» 

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti pelakunya.” (HR. Muslim). 

Mari terus berkarya, berinovasi, dan menyebarkan cahaya Islam melalui setiap jari yang mengetik, setiap konten yang diunggah, dan setiap hati yang tersentuh. 

اللهم اجعلنا هُدَاةً مُهْتَدِينَ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ 

“Ya Allah, jadikanlah kami sebagai orang yang memberi petunjuk dan mendapat petunjuk. Ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu.” (QS. Al-Hasyr: 10). 

 

 Daftar Referensi: 

1. Al-Qur’an Al-Karim 

2. Hadis Riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dll. 

3. Buku Perempuan dalam Lintasan Sejarah Islam karya Fatima Mernissi. 

4. Kajian Dakwah Digital untuk Muslimah oleh Ustazah Nurul Fajri. 

Baca Artikel Lainnya di: Kumpulan Artikel

*) Kasi Kominfo BPIC

Redaksi